Sistem Informasi Manajemen
Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Berikut tulisan tentang
definisi atau pengertian sistem informasi manajemen. Saat ini kata manajemen
sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena setiap organisasi ataupun
perusahaan tentunya memiliki manajemen untuk mengatur segala kegiatan yang
dijalankannya, bahkan sampai dunia pendidikan-pun menggunakan manajemen untuk
mengatur segala kegiatannya. Lalu pada kesempatan kali ini kita akan memberikan
penjelasan tentang Sistem Informasi Manajemen, untuk memahaminya dapat kamu
baca pada tulisan kali ini.
A. Penjelasan Sistem
Informasi Manajemen
Yang dimaksud Sistem
Informasi Manajemen adalah suatu sistem informasi yang digunakan oleh
organisasi untuk mengelola semua transaksi yang mendukung fungsi manajemen, dan
dapat berguna untuk pengambilan keputusan. Atau sistem informasi manajemen
yaitu sistem informasi yang menghasilkan Output dengan masukan Input dan
berbagai proses lainnya yang hasilnya dibutuhkan untuk tujuan tertentu dalam kegiatan
manajemen.
Sistem informasi
manajemen sering sekali disingkat dengan SIM, hasil dari SIM umumnya selalu
menjadi pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan dalam sebuah organisasi.
Dengan menggunakan Sistem Informasi Manajemen, berbagai macam pekerjaan yang
ada hubungannya dengan analisis manajemen selalu dapat diselesaikan dengan
cepat. Sistem Informasi Manajemen dapat berjalan secara baik jika didukung
dengan teknologi yang canggih, sumber daya manusia yang berkualitas dan
komitmen organisasi. Sistem Informasi Manajemen sangat berguna untuk mendukung
fungsi manajemen, operasional dan pengambilan suatu keputusan.
Kegiatan SIM juga dapat
mendukung proses bisnis pada sebuah perusahaan dan sangat penting untuk
kelangsungan perusahaan. Jadi perusahaan harus memiliki komitmen untuk
menjalankan Sistem Informasi Manajemen, supaya berbagai proses pada perusahaan
termasuk proses produksi dapat berjalan dengan baik dan tentunya dapat
memberikan keuntungan juga.
definisi sistem
informasi manajemen
Apa itu sistem informasi
manajemen?
Supaya informasi yang
dihasilkan oleh Sistem Informasi Manajemen dapat berguna bagi manajemen, maka
analisis sistem harus mengetahui berbagai macam kebutuhan informasi yang
dibutuhkannya misalnya dengan mengetahui berbagai kegiatan pada masing-masing
tingkatan manajemen dalam organisasi dan tipe keputusan yang bisa diambil untuk
menyelesaikan permasalahan. Dapat dikatakan bahwa dibentuknya sistem informasi
manajemen atau SIM pada suatu perusahaan yaitu supaya manajemen dapat memiliki
berbagai informasi bermanfaat yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan. Baca juga: Berikut ini pengertian analisis sistem secara lebih
jelas.
B. Proses Pada Sistem
Informasi Manajemen
Tentunya untuk
menjalankan SIM membutuhkan berbagai proses, inilah proses SIM dan
aktivitas-aktivitasnya:
a. Perencanaan
Merupakan rumusan
mengenai metode kegiatan secara rinci, untuk mencapai tujuan atau target akhir
dari suatu organisasi. Jadi perencanaan merupakan langkah-langkah yang rinci
untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
b. Pengendalian
Jika perencanaan telah
dibuat dan dilaksanakan atau di terapkan oleh anggota-anggota suatu organisasi,
maka manajer harus mengawasi pelaksanaan dari perencanaan tersebut supaya dapat
berjalan dengan baik dan tidak menyimpang dari jalur yang sudah ditetapkan.
c. Pengambilan keputusan
Merupakan pemilihan
keputusan diantara berbagai macam alternatif yang ada, proses ini merupakan
hasil dari perencanaan dan pengendalian. Jadi manajer harus memilih diantara
berbagai macam keputusan yang ada supaya tujuan perusahaan atau organisasi
dapat tercapai.
C. Karakeristik Sistem
Informasi Manajemen
Adapun karakteristik
yang dimiliki oleh SIM, diantaranya:
Meningkatkan efektifitas
dan efesinsi dengan mengurangi pengeluaran biaya.
Beroperasinya pada tugas
yang terstruktur yaitu seperti pada prosedur perencanaan, pengawasan dan
pengambilan keputusan.
Menghasilkan Output
misalnya berupa laporan yang berguna bagi manajemen untuk pengambilan suatu
keputusan (keputusan yang diambli hasil dari pertimbangan dan analisis
laporan).
D. Fungsi atau Manfaat
SIM Secara Umum
Dapat disimpulkan dari
penjelasan diatas tadi beberapa fungsi/manfaat SIM diantaranya:
Untuk memudahkan
manajemen dalam melakukan perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan.
Untuk meningkatkan
efesiensi dalam mengakses data atau informasi supaya lebih cepat dan akurat.
Penerapan Sistem
Informasi Manajemen
Beberapa dari Anda
mungkin ada yang masih kurang paham mengenai bentuk sistem informasi manajemen.
Untuk memperjelas, berikut ini beberapa contoh penerapan sistem informasi
manajemen yang dapat membantu bisnis Anda:
1. Enterprise
Resource Planning (ERP)
Sistem ERP ini banyak
digunakan oleh perusahaan besar. Namun, perusahaan dalam skala kecil juga masih
dapat menerapkan sistem ERP. ERP biasanya digunakan untuk mengelola manajemen
dan melakukan pengawasan yang terintegrasi antar unit di dalam perusahaan.
2. Supply Chain
Management (SCM)
Sistem SCM ini sangat
bermanfaat bagi pihak manajemen karena mengintegrasikan data-data seperti
manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer sampai
konsumen akhir.
3. Transaction
Processing System (TPS)
TPS berguna untuk
memproses data dalam jumlah yang besar atau transaksi yang banyak dan rutin.
Program ini biasa diaplikasikan dalam manajemen gaji dan inventaris.
4. Office
Automation System (OAS)
Aplikasi ini berguna
untuk memperlancar komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan
cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan.
Contohnya seperti email.
5. Knowledge
Work System (KWS)
Sistem informasi KWS
mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi/entitas.
6. Informatic
Management System (IMS)
IMS berfungsi mendukung
spektrum tugas-tugas dalam organisasi. Selain itu, IMS juga dapat digunakan
untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat
menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi seperti e-procurement.
7. Decision
Support System (DSS)
Sistem ini membantu
manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan di dalam
perusahaan. Contohnya seperti link elektronik.
8. Expert System (ES)
dan Artificial Intellegent (AI)
Kedua sistem ini pada
dasarnya menggunakan kecerdasan buatan yang berguna untuk menganalisa pemecahan
masalah dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah diprogram
kedalamnya. Contohnya, sistem jadwal mekanik.
9. Group Decision
Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative
Work System (CSCWS)
GDSS hampir sama dengan
DSS, bedanya GDSS mencari solusi permasalahan melalui pengumpulan pengetahuan
dalam suatu kelompok, bukan per individu. Bisanya berbentuk kuesioner,
konsultasi, dan skenario. Contohnya seperti e-government.
10. Executive
Support System (ESS)
Sistem ini membantu
manajer berinteraksi dengan lingkungan perusahaan menggunakan bantuan grafik
dan pendukung komunikasi lainnya.
Untuk memudahkan dalam
pengelolaan keuangan perusahaan, Anda dapat menggunakan bantuan Jurnal. Jurnal
merupakan software akuntansi online yang
berbasis cloud sehingga data secara otomatis akan tersimpan. Dengan Jurnal,
Anda bisa mendapatkan kemudahan pencatatan untuk keperluan bisnis kapan pun dan
di mana pun. Tidak hanya pencatatan transaksi, Jurnal juga menyediakan fitur
pembuatan faktur secara otomatis, pelacakan ketersediaan barang, dan manajemen
aset yang akan membantu mengembangakan nilai aset bisnis Anda di masa depan.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan
Level Management
1. Top Level Management
Manajemen Tingkat Atas
atau sering disebut dengan Top Management (Manajemen Puncak) atau Executives
(Eksekutif) adalah Manajer-manajer yang bertanggung jawab atas
kinerja manajemen organisasi secara keseluruhan, seperti :
- CEO (Chief Executive Officer)
- CFO (Chief Financial Officer)
- COO (Chief Operational Officer)
- Presiden Direktur
- Wakil Presiden Direktur
- Direktur Utama, dan lain
sebagainya.
Manajer-manajer yang
berada di tingkatan manajemen tingkat atas ini memiliki peran dan tanggung
jawab :
- Menentukan Tujuan Perusahaan –
Manajemen tingkat atas ini merumuskan tujuan utama organisasinya, dapat
berupa tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendeknya.
- Membuat kerangka Rencana dan
Kebijakan – Manajemen tingkat atas membuat kerangka rencana dan kebijakan
untuk mencapai tujuan utama yang telah ditetapkan.
- Mengorganisir kegiatan dan
pekerjaan yang akan dilakukan oleh manajer-manajer di tingkat menengah.
- Mengumpulkan dan mengatur
sumber daya organisasi atau perusahaan seperti sumber daya keuangan,
aset tetap, tenaga kerja dan lain sebagainya untuk melakukan kegiatan
sehari-hari dalam organisasi.
- Bertanggung jawab atas
kelangsungan dan pertumbuhan hidup organisasi/perusahaan.
- Sebagai penghubung dengan dunia
luar seperti bertemu dengan pejabat pemerintah pemasok, pesaing,
pelanggan, media dan lain-lainnya.
2. Middle Level
Management
Manajemen Tingkat
Menengah atau Middle Level Management adalah manajeryang berada di bawah
Manajer tingkat atas, seperti
- General Manager
- Plant Manager
- Factory Manager
- Regional Manager
- Division Manager
Manajer-manajer tingkat
menengah ini memiliki peran dan bertanggung jawab :
- Meng-interpresi-kan kebijakan
yang disusun oleh Manajemen Puncak (manajemen tingkat atas) dan
menjelaskannya ke tingkat manajemen yang lebih rendah. Manajemen tingkat
menengah ini berfungsi sebagai penghubung antara manajemen tingkat atas
dengan manajemen tingkat bawah.
- Mengorganisir kegiatan
departemennya untuk melaksanakan rencana dan kebijakan yang telah
ditetapkan.
- Mengrekrut dan menyeleksi serta
menempatkan karyawan yang dibutuhkan oleh department atau unit kerjanya.
- Memotivasi karyawannya untuk
melakukan yang terbaik untuk departemennya. Misalnya menawarkan berbagai
insentif dan tunjangan kepada karyawannya sehingga termotivasi dan
melakukan yang terbaik agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
- Mengawasi dan mengarahkan
karyawan-karyawan di departemennya. Contohnya seperti menyiapkan laporan
penilaian kinerja karyawannya.
- Bekerjasama dengan departemen
lain untuk kelancaran dalam menjalankan fungsinya.
- Melaksanakan rencana yang
disusun oleh Manajemen tingkat atas.
3. Low Level Management*
Manajemen Tingkat
Pertama atau Low Level Management atau First Line Management adalah Manajemen
yang bertanggung jawab atas operasional, seperti
- Department Manager
- Section Manager
- Superintendent
- Mandor
- Supervisor
Manajemen tingkat
pertama ini memiliki peran dan tanggung jawab seperti :
- Memahami dan mempelajari
masalah dan keluhan-keluhan para pekerja operasional sebelum melaporkannya
ke manajemen tingkat menengah.
- Menjaga kondisi kerja yang baik
dan menjaga hubungan yang sehat antara atasan dan bawahan.
- Menyediakan lingkungan kerja
yang sehat and aman untuk para karyawan operasional.
- Membantu manajemen tingkat
menengah untuk merekrut dan menyeleksi pekerja yang sesuai untuk jabatan
yang dibutuhkan.
- Berkomunikasi dengan karyawan
dan mendengarkan saran-saran karyawan serta mendorong para pekerja untuk
mengambil inisiatif.
- Menjaga dan mempertahankan
standar kualitas dan memastikan jumlah output produk/layanan sesuai
dengan perencanaan.
- Bertanggung jawab untuk
meningkatkan moral karyawan dan membangkitkan semangat kerja dalam tim.
- Meminimalkan pemborosan sumber
daya organisasi/perusahaan.
Komentar
Posting Komentar